Review Artikel Larangan Botol Plastik
Intan Fatma Sari
K2219039
Program Studi : Pendidikan Bahasa Inggris
Fakultas : Keguruan dan Ilmu
Pendidikan
LARANGAN BOTOL
PLASTIK
A.
Latar
Belakang
Dewasa ini masalah lingkungan sering kali menjadi
perbincangan, sebagai salah satu penyebab bencana alam. Seperti yang terjadi di
awal tahun 2020, yaitu di bulan Januari. Bencana banjir melanda berbagai kota
di Indonesia seperti : Jakarta, Bogor, Banten, Bandung bagian barat,
Tanggerang, dan lain – lain. Hal ini disebabkan karena tingginya curah hujan
pada bulan Januari di Indonesia. Namun bukan hanya hujan deraslah yang
menyebabkan banjir terjadi, namun juga permasalahan lingkungan yang terjadi. Dalam
masalah lingkungan ini perbuatan manusia turut andil
sebagai salah satu penyebab kerusakan lingkungan, seperti; menebang hutan
secara liar, rawa dan waduk direklamasi untuk pemukiman, tanah serapan banyak
yang dipaving, diaspal, diplester dengan semen sehingg air hujan sulit untuk
terserap, serta kurangnya ruang terbuka hijau (RTH).
Hal yang paling kita
rasakan dalam permasalahan lingkungan adalah masalah sampah. Konsumsi
masyarakat Indonesia yang begitu besar, menghasilakan jutaan ton sampah setiap
tahunnya. Ditambah lagi dengan kebiasaan masyarakat kita yang membuang sampah
sembarangan, menjadikan permasalahan lingkungan ini makin kompleks.
Dalam menangani permasalahan
lingkungan kemudian menjadikan beberapa universitas yang ada di Indonesia
menjadikan kampusnya sebagai kampus
hijau atau green campus, seperti
Universitas Sebelas Maret (UNS). Green Campus adalah gambaran sebuah
kampus hijau yang menerapkan efisiensi energi yang rendah emisi, konservasi
sumber daya dan meningkatkan kualitas lingkungan, dengan mendidik warganya
untuk menjalankan pola hidup sehat dan menciptakan lingkungan belajar yang
kondusif secara bekelanjutan. Di wilayah kampus UNS dipenuhi dengan pepohonan,
menjadikan lingkungan kampus terasa rindang. Selain itu berbagi upaya penyelamatan
kelestarian lingkungan juga ditagakkan di Universitas Sebelas Maret, seperti
anjuran penggunaan botol minum, penyediaan tempat sampah di tiap tempat di Universitas
Sebelas Maret, hingga pelarangan penggunaan penggunaan botol plastik seperti artikel
yang terdapat pada website milik Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (https://fp.uns.ac.id/).
B.
Tujuan
Artikel
Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk senantiasa
menjaga lingkungan agar tetap bersih dan tidak tercemah, sehingga permasalahan
lingkungan yang terjadi di Indonesia dapat berkurang dan teratasi. Salah satunya
adalah dengan mengurangi penggunaan
botol minuman dari plastik.
C.
Pembahasan
Permasalahan
lingkungan menjadikan berbagai masalah kompleks dalam masyarakat. Masalah lingkungan
yang paling kita rasakan adalah masalah sampah. Sampah yang paling sering kita
jumpai adalah sampah plastik. Terutama sampah botol plastik. Data World Atlas menunjukkan Indonesia
merupakan negara ke-4 pengguna botol plastik terbanyak di dunia. Padahal,
sampah botol plastik sangat sulit diurai. Di tanah botol plastik dapat menghalangi
peresapan air dan sinar matahari, sehingga mengurangi kesuburan tanah dan
menyebabkan banjir.
Seringkali penggunaan
botol plastik ini mempunyai dampak buruk bagi lingkungan. Menurut Menteri
Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, 70% sampah botol plastik tersebut
bermuara ke laut. Coba kita banyangkan bagaimana yang akan terjadi apabila hal
ini terus menerus dilakukan tanpa adanya perubahan. Tentu saja hal tersebut
akan mencemari lingkungan dan membahayakan ekosistem lainnya.
Di tanah botol plastik dapat menghalangi peresapan air dan sinar matahari
yang menyebabkan kurangnya kesuburan tanah yang dapat menimbulkan banjir.
Sebagai contonya plastik jenis PVC (polyvinyl chloride) yang mengandung halogen
akan meproduksi dioksin saat dibakar. Dioksin merupakan salah satu komponen
paling berbahaya yang dihasilkan oleh manusia. Dengan demikian sudah sangat
jelas apabila penggunaan botol plastik tidak dikurangi, maka masalah pencemaran
lingkungan akan semakin besar.
Di kutip dalam artikel Larangan Botol Plastik (https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik.html)
pada halaman website https://uns.ac.id/id/,
bahwa rata-rata jumlah sampah Kota
Surakarta perhari diatas 200 ton, hal ini sesuai dengan data yang dikeluarkan
oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakata dalam laman http://dlh.surakarta.go.id. Pada tahun 2016 dan 2017 jumlah sampah dari
Kota Surakarta masing-masing sebesar 299.405 dan 291.175 kg/hari atau bahkan
pada moment tertentu jumlah sampah dari Kota Surakarta
mengalami kenaikan yang signifikan. Hal tersebut seperti dalam berita yang
dimuat pada laman Solopos.com tertanggal 14 Agustus 2019 dengan
judul “Volume Sampah di Solo Naik 2 Kali Lipat Pasca Idul adha” dimana
dijelaskan bahwa pada moment tersebut jumlah sampah meningkat menjadi 400
ton atau naik dua kali lipat jika dibandingkan dengan hari biasa. Mengingat
jumlah sampah yang cukup banyak tersebut, tentu perlu menjadi perhatian oleh
semua pihak. Langkah yang dapat dilakukan diantaranya yaitu dengan mengurangi
sampah khususnya sampah yang sulit terurai. Hal tersebut dapat dilakukan oleh
instansi atau institusi yang ada di Kota Surakarta ini sebagai percontohan
kepada masyarakat umum.
Akibat kompleksnya masalah
sampah ini menjadikan Universitas Sebelas Maret menggalakkan penggunaan botol
minuman serta mengurangi penggunaan botol plastik. Dari berbagai fakultas yang
ada di Universitas Sebelas Maret seperti Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (https://fkip.uns.ac.id/),
Fakultas Hukum (https://hukum.uns.ac.id/),
Fakultas Ilmu Budaya (https://fib.uns.ac.id/),
Fakultas Kedokteran (https://fk.uns.ac.id/),
dan fakultas-fakultas lain juga mendukung adanya kebijakan untuk mengurangi
penggunaan botol plastik ini.
D.
Kesimpulan
Permasalahan lingkungan
banyak di sebabkan karena sampah, terutama masalah sampah plastik dari botol plastic.
Upaya yang dapat kita lakukan untuk
mengurangi sampah botol plastik adalah dengan mengganti botol plastik sekali
pakai dengan botol minum isi ulang. Botol minum isi ulang tersebut tentu lebih
menyehatkan dan mengurangi pencemaran lingkungan.
Komentar
Posting Komentar